Pages

Jumat, 29 Maret 2013

Pelajaran Dari Seekor Kupu-Kupu


 
 Suatu hari, pada saat sebuah lubang kecil timbul di suatu kepompong, seorang pria duduk dan memperhatikan bagaimana seekor bayi kupu-kupu selama berjam-jam berjuang untuk memaksa mengeluarkan badannya melalui lubang tersebut.

Akan tetapi kemudian, proses tersebut berhenti tanpa ada kemajuan lebih lanjut.

Tampaknya sudah sekuat tenaga dan bayi kupu-kupu tidak bisa bergerak lebih jauh lagi.

Sehingga akhirnya, sang lelaki tersebut memutuskan untuk menolong kupu-kupu itu.

Diambilnya sebuah gunting untuk membuka kepompong tersebut dan kupu-kupu tersebut akhirnya keluar dengan mudah, walaupun dengan tubuh yang lemah, kecil dan sayap yang mengkerut.

Sang lelaki terus mengamatinya dengan berharap bahwa suatu saat, sayapnya akan terbuka, membesar dan mengembang, agar bisa menyangga tubungnya dan menjadi kuat.

Ternyata tidak terjadi apa-apa....!

Dan kupu-kupu tersbut menghabiskan sisa waktu hidupnya dengan merangkak beserta tubuhnya yang lemah dan sayap yang mengkerut tidak pernah bisa terbang.

Lelaki baik dan penolong ini tidak mengetahui bahwa kepompong yang terjerat maupun perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk dapat lolos melewati lubang kecil, adalah cara Allah untuk mendorong cairan tubuh dari kupu-kupu ke sayapnya agar kuat dan siap untuk terbang sewaktu-waktu setelah bebas dari kepompong nanti.

Perjuangan mutlak dibutuhkan dalam menjalani hidup kita.

Apabila Allah membolehkan kita hidup tanpa hambatan, itu hanya akan membuat kita lemah.

Kita tidak akan sekuat ini...tidak pernah bisa se SUKSES ini..

Ketika ku memohan pada Allah kekuatan
Allah memberi ku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika ku memohon pada Allah kebijaksanaan
Allah memberi ku masalah untuk aku selesaikan

Ketika ku memohon pada Allah kekayaan
Allah memberi ku bakat, waktu, kesehatan dan peluang

Ketika ku memohon pada Allah keberanian
Allah memberi ku kondisi bahaya untuk aku lalui

Ketika ku memohon pada Allah sebuah cinta
Allah memberi ku orang-orang yang bermasalah untuk ku bantu

Ketika ku memohon pada Allah kelebihan
Allah memberi ku jalan untuk menemukannya

Aku tidak pernah menerima apa yang ku minta
Akan tetapi aku menerima segala yang ku butuhkan..

Hiduplah dengan keberanian..

Hadapi semua hambatan..

Dan tunjukkan bahwa KAMU MAMPU MENGATASINYA..!

Luangkan waktu belajar untuk menambah pengetahuan dan keterampilan

Usahakan sekuat tenaga untuk menemukan bakatmu

Jaga kesehatan dan gunakan waktumu dengan sebaik-baiknya



Thanks to :
-          Allah Swt, yang telah menghadirkan orang-orang yang luar biasa
-          Rasululllah Saw, penghulu sekaligus idola yang selalu tersimpan dalam hati ini
-          Ayah dan Ibu tercinta, doa, ilmu dan keikhlasanya mengiringi setiap perjuangan
-          Abah dan Umi tersayang, doa, motivasi dan ilmunya yang tak pernah habis
-          Sahabat dan teman-teman yang luar biasa, semangat dan ilmunya yang luar biasa

Semoga kita semua selalu dalam lindungan kasih sayang Allah dan dapat berkumpul di Jannah Nya kelak. Amin

Semoga bermanfaat .^_^.

 

Cinta Sejati Seorang Muslim




Mencintai dicintai fitrah manusia, setiap insan didunia akan merasakannya. Indah ceria kadang merana, itulah rasa Cinta, berlindunglah pada Allah dari cinta palsu, menipu daya dan melenakan sadarlah wahai kawan.


Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalamu’alaikum

Saudaraku, kata pujangga cinta letaknya dihati. Meskipun tersembunyi namun getarannya tampak sekali. Ia mampu memenuhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, cinta mampu mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya, serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalluddin Rumi).


Saudaraku, namun berhati-hatilah dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cinta disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah, itulah para pecinta dunia, harta dan wanita,  ia lupa akan cinta yang begitu agung, cinta yang murni.


“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Q.S Ali Imran :14)


“Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Menurut Hammad Al-Riwayah
“Cinta itu akarnya pikiran, batangnya dzikir, rantingnya bangun malam, daunnya sakit dan buahnya angan-angan.”


Cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Allah, cinta yang tak bertepi. Bila telah mendapatkan Cinta Nya dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada lagi tatapan sayu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi cobaan dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi, yaitu syahid di jalan Nya.


Islam tidak melarang atau menekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan wanita maupun laki-laki.


Tak jarang orang mengaku mencintai Allah dan sering orang mengatakan mencintai Rasulullah Saw, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah, tanpa ada bukti yang diberikan. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/lelaki yang dicinta. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi dua cinta, salah satunya pasti menolak kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta kepada Nya.


Saat Allah menguji cintanya dengan memisahkan dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Saat Allah memisahkan orang yang kita cinta, tak jarang kita langsung lemah atau terbaring sakit. Semua itu adalah bentuk ujian dari Allah karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba Nya pada Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan Nya.


Saudaraku, itulah bentuk cinta palsu dan semu seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semua sudah diatur oleh Allah, rezeki, maut, jodoh dan langkah kita, semua itu sudah ada suratannya dari Allah. Tinggal bagaimana kita mengupayakan untuk menjemputnya dengan cara terbaik yang diridhoi Nya.


Yakinlah saudaraku, kesenangan dan kesusahan adalah bentuk cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba Nya yang beriman. Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah ruhiyah pada kita, agar sadar bahwa kita sebagai makhluk bersifat lemah. Kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kepada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.
Saudaraku, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan untuk menggapai cinta Allah, antara lain :
  1. Iman yang kuat
  2. Ikhlas dalam beramal
  3. Mempersiapan kebaikan internal ( meliputi : shalat wajib dan shalat sunnah, puasa wajib dan sunnah, tadarus, haus akan ilmu dan sebagainya)
  4. Mempersiapkan kebaikan eksternal, kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan dengan keistiqomahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah dan hela nafas kita disepanjang hidup kita.
(taken from : eramuslim.com)


Menurut Muadz bin Sahl
“Cinta itu binatang yang paling sulit ditunggangi, minuman yang paling memabukkan, amat berbahaya jika di lempar, paling indah dari semua kesenangan, paling melaparkan perut dan paling diinginkan.”


Rasulullah Saw bersabda
“Sesungguhnya Allah apabila hendak membinasakan seseorang dicabutnya dari orang itu sifat malu. Bila sifat malu telah dicabut darinya, engkau akan mendapatinya dibenci orang, malah dianjurkan supaya orang benci padanya. Kemudian bila dia telah dibenci orang, dicabutlah sifat amanah darinya. Jika sifat amanah telah dicabut, kamu mendapatinya menjadi seorang pengkhianat. Jika telah menjadi pengkhianat, dicabutnya sifat kasih sayang. Jika telah hilang kasih sayangnya maka jadilah ia seorang yang terkutuk. Jika telah menjadi orang yang terkutuk, maka lepaslah tali Islam darinya.” (HR. Ibnu Majah)


Dengan demikian, Insya Allah kita akan menggapai cinta dan keridhoan Nya. Semoga kita lebih bisa menyikapi dan mampu mengendalikan cinta sesuai dengan syariah yang telah Allah tetapkan, agar kita terhindar dari cinta palsu yang melenakan. Amin.

Semoga bermanfaat dan tetap semangat dalam menggapai cinta Allah, cinta yang maha sempurna .^_^.


Wassalamu’alaikum

 

Allah Selalu Bersama ku






Berikut ini kiriman dari seseorang sahabat..
Semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap episode kehidupan yang dipersembahkan Nya dengan segala cinta.






KENAPA AKU DIUJI?

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”  (Q.S. Al 'Ankabuut : 2-3)


KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

“... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah : 216)


KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Q.S. Al Baqarah : 286)


RASA FRUSTASI

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”  (Q.S. Ali’ Imran : 139)


BAGAIMANA AKU MENGHADAPINYA?

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (Q.S. Ali’Imran : 200)
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',"  (Q.S. Al Baqarah : 45)


APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka....”  (Q.S. At Taubah : 111)


KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."  (Q.S. At Taubah : 129)


AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI

“... Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."  (Q.S. Yusuf : 87)


“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.”  (Q.S. An Nisaa : 86)


Subhanallah..
Mari kita berbenah dan terus berbenah..
untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah..
dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun..
selama Allah Swt menjadi “ JUST THE ONE goal “

Insya Allah akan “Bahagia” sebagaimana doa yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.
Semoga bermanfaat untuk diri ini dan juga sahabat.

 

Selasa, 03 April 2012

KUPU-KUPU SURGA

Kupu-kupu indah dan cantik itu kini tlah pergi berlalu
menjauh dan tak menghiraukan bunga-bunga yang melambai menggodanya.

Dulu..ia hanya seekor ulat yang lemah
Sosoknya yang buruk, membuatnya terlihat hina
Cacian..hinaan membuat dirinya makin tak berarti


Seiring berjalannya waktu
Metamorfosa kehidupan menjadikannya kepompong dalam balutan kesucian
Renungan demi renungan dalam dimensi terus berganti

Hingga kini ia menjadi seekor kupu-kupu indah nan cantik
Bunga-bunga pun menggoda berusaha mencuri perhatiannya
berharap si kupu-kupu hinggap walau hanya sekejap mata

Namun ia tiada menghiraukannya
ia berlalu..terbang tinggi dan semakin tinggi ke angkasa
menggapai asa di ujung cakrawala

Terbang tanpa lelah menggapai cinta
Cinta abadi yang takkan lekang oleh waktu dan peradaban
Cinta Illahi..cinta pada yang menciptakannya dengan sejuta pesona

Pesona yang akan terpancar menembus ruang-ruang kehidupan
menembus dimensi waktu dan peradaban
Pesona yang akan dibawanya menuju surga
bersama bidadari yang telah menantinya
Menanti kedatangannya dengan sejuta pesona keindahan dan kecantikan
ialah kupu-kupa surga

Duhai bunga-bunga yang malang
janganlah bersedih maupun bimbang

Kupu-kupu kini tlah terbang tinggi nun jauh tanpa batas
ia bahagia bersama Sang Maha Pemilik Cinta
ia bahagia karena di hatinya akan selalu bersemi cinta pada Sang Maha Pemberi Cinta

Ia adalah Kupu-kupu Surga
Kecantikannya terpancar abadi
Kelembutannya begitu hakiki
Cintanya akan selalu bersemi
menebarkan kebaikan pada semua makhluk yang ia jumpai
tak pernah ia melukai ataupun menyakiti
meski terkadang ia terluka dan tersakiti

Namun ia bahagia
karena ia punya cinta
cinta sejati dan abadi
Cinta Illahi..Robbi..

by :
Kupu-kupu penuh sejuta pesona dan makna

Bila Malaikat Mencabut Nyawa

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Assalamu'alaikum sahabat dan saudara ku yang dirahmati Allah,
Mohon keluangan waktu dan keikhlasannya untuk bersama-sama menyimak dan merenung artikel di bawah ini:

 Baginda Rasullullah s.a.w. bersabda: "Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.

" Sambung Rasullullah s.a.w.. lagi: "Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah karena sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S."

Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang disekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah s.w.t. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini karena orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah s.w.t." Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah s.w.t. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain."

Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah s.w.t. maka malaikat maut pun coba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.

Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan."

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut coba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu." Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut coba pula dari arah telinga.

Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir." Akhir sekali malaikat maut coba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis karena takutkan Allah." Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah s.w.t.

Kemudian Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu." Sebaik saja mendapat perintah Allah s.w.t. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah s.w.t. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.
'
Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A: "Roh itu menuju ketujuh tempat :
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat."

Telah bersabda Rasullullah s.a.w.: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya :
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.  

Tanda-Tanda Saat-Saat Kematian

 “Bagaimana kamu kufur (ingkar) dengan Allah dan adalah kamu itu mati maka kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan kemudian kamu dihidupkan kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan” (Q.S. Al-Baqarah : 28)

Adapun tanda-tanda kematian mengikut ulama adalah benar dan ujud cuma amalan dan ketakwaan kita sajayang akan dapat membedakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. Rasulullah SAW diriwayatkan masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara lansung akan kesukaran menghadapi sakaratulmaut dari awal hinggalah akhirnya hayat Baginda. Imam Ghazali rahimahullah diriwayatkan memperoleh tanda-tanda ini sehinggakan Beliau mampu menyediakan dirinya untuk menghadapi sakaratulmaut secara sendirian.

Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bahagian tubuh dan kepala saja Beliau telah memanggil abangnya yaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya.

Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah s.w.t. tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah s.w.t. Walau bagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja manakala orang-orang kafir yaitu orang yang menyekutukan Allah nyawa mereka ini akan terus di rentap tanpa sebarang peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah s.w.t.

 Adapun tanda-tanda ini terbahagi kepada beberapa keadaan:  

Tanda 100 hari sebelum hari mati.
Ini adalah tanda pertama dari Allah s.w.t. kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut sehingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sebarang munafaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.  

Tanda 40 hari sebelum hari mati
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah s.w.t. Maka malaikatmaut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikatmaut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikatmaut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.  

Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.  

Tanda 3 hari
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.  

Tanda 1 hari
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.  

Tanda Akhir
Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah s.w.t. yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula. Seelok-eloknya bila sudah merasa tanda yang akhir sekali, mengucap dalam keadaan qiam and jangan lagi bercakap-cakap.

Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Allah s.w.t. semoga kita adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan dari Allah s.w.t. maupun dari manusia sendiri dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Amin. Walau bagaimanapun sesuai dengan sifat Allah s.w.t. yang Maha Berkuasa lagi Maha Pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa yaitu doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain.

Namun semuanya adalah ketentuan Allah s.w.t. semata-mata. Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah s.w.t. serta kelapangan masa dan kesehatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari keridhaan Allah s.w.t. selama di dunia maupun akhirat. Amin. Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah s.w.t. dan apa yang salah dan silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.


 (Referensi E-Book Kisah Teladan)

Senin, 10 Oktober 2011

MANGKUK, MADU DAN SEHELAI RAMBUT


Suatu ketika Rasulullah Saw bersama para sahabat Beliau yaitu Abu Bakar Sidiq, Umar bin Khatab dan Ustman bin Affan bersilaturrahim ke rumah Ali bin Abi Thalib. Ketika mereka sedang duduk-duduk, datanglah Fatimah yang membawakan semangkuk madu. Ketika madu diletakkan diatas meja, tiba-tiba jatuhlah sehelai rambut tepat di dekat mereka. Melihat hal tersebut, Rasulullah kemudian meminta para sahabat untuk membuat sebuah perbandingan terhadap ketiga benda diatas meja, yaitu mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.


Abu Bakar Sidiq yang mendapat kesempatan pertama kemudian berkata: "Iman itu lebih cantik daripada mangkuk yang cantik, orang yang beriman lebih manis daripada madu dan mempertahankan iman lebih sulit dari meniti sehelai rambut." Mendengar jawaban Abu Bakar Sidiq, Rasulullah tersenyum kagum.


Kemudian Beliau meminta Umar bin Khatab untuk mengemukakan pendapatnya. Umar bin Khatab berkata: "Kerajaan itu lebih cantik daripada mangkuk , rajanya lebih manis daripada madu dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut." Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah kembali tersenyum.


Kemudian Beliau menoleh kepada Ustman bin Affan, dan Ustman bin Affan pun berkata: "Ilmu itu lebih cantik daripada mangkuk, seorang yang gemar menuntut ilmu lebih manis daripada madu dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."


Rasulullah kemudian menoleh kepada Ali bin Abi Thalib untuk meminta pendapatnya. Ali bin Abi thalib selaku tuan rumah kemudian berkata: "Tamu itu lebih cantik daripada mangkuk, memuliakan tamu lebih manis daripada madu dan membuat tamu senang hingga ia tiba kembali dirumah lebih sulit dari meniti sehelai rambut."


Rasulullah kemudian berpaling kepada Fatimah yang masih berdiri disana, kemudian Beliau pun memberi kesempatan kepada Fatimah untuk mengungkapkan pendapatnya. Fatimah berkata: "Wanita itu lebih cantik daripada mangkuk, wanita yang memakai purdah lebih manis daripada madu dan mendapatkan seorang wanita yang tidak pernah 'dilihat seorang pun kecuali mukhrimnya' lebih sulit dari meniti sehelai rambut." Rasulullah kembali tersenyum kagum mendengar ungkapan-ungkapan tersebut.


Kemudian Beliau pun bersabda: "Mendapatkan taufik untuk beramal itu lebih cantik daripada mangkuk, beramal dengan perbuatan baik lebih manis daripada madu dan beramal dengan ikhlas itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."


Bahkan Jibril yang hadir dalam pertemuan tersebut turut pula membuat sebuah perbandingan: "Menegakkan agama itu lebih cantik daripada mangkuk, meluangkan waktu, tenaga dan segala yang dimiliki untuk agama lebih manis daripada madu, dan mempertahankan agama hingga akhir hayat itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut."


Dan Allah dalam sebuah hadist Qudsi berfirman membuat sebuah perbandingan: "Syurga Ku lebih cantik daripada mangkuk yang cantik itu, nikmat syurga Ku lebih manis daripada madu, dan jalan menuju syurga Ku lebih sulit daripada meniti sehelai rambut."

(dikutip dari lembar taujih UKMI Ar-Rahman)

ISYARAT


Seorang anak usia tiga tahun sedang menyimak sebuah suara. "Ting..ting..ting!", pikiran dan matanya menerawang ke isi rumah. Tapi tak satupun yang pas jadi jawaban. "Itu suara pedagang bakso keliling, Nak!", suara sang Ibu menangkap kebingungan anaknya. "Kenapa ia melakukan itu, Bu?", tanya sang anak. Tukang bakso cuma ingin bilang, "Aku ada di sekitar sini ", jawab si Ibu lembut.


Beberapa jam kemudian, anak kecil tadi lagi-lagi menyimak suara asing. Kali ini berbunyi beda, persis seperti klakson kendaraan. "Teet..teet..teet!", ia melongok lewat jendela. Sebuah gerobak dengan lampu petromak tampak didorong seseorang melewati jalan depan rumahnya. Lagi-lagi anak itu bingung. Apa maksud dari suara itu, padahal tak sesuatu pun yang menghalangi jalan. Kenapa mesti membunyikan klakson. "Anakku itu tukang sate ayam". Suara klakson itu isyarat. Ia pun cuma ingin mengatakan, 'aku ada didekatmu' hampirilah!", ungkap sang Ibu lagi-lagi menangkap kebingungan anaknya. "Kok Ibu tahu?", kilah sang anak lebih serius. "Nak bukan cuma Ibu yang tahu, semua orang dewasa pun paham itu. Simak dan pahamilah. Kelak kamu akan tahu isyarat-isyarat itu!", ucap si Ibu dengan penuh kasih sayang.


Diantara kedewasaan melakoni hidup adalah kemampuan menangkap dan memahami isyarat, tanda dan sejenisnya. Mungkin itulah bahasa tingkat tinggi yang dianugerahi Allah untuk makhluk yang bernama manusia. Begitu efisien dan begitu efektif, tak perlu berteriak, orang bisa paham maksud si pembicara.


Di pentas dunia ini, alam kerap menampakkan seribu satu isyarat. Kita lihat gunung-gunung yang mengeluarkan lahar panas, kita lihat gempa bumi yang meluluhlantahkan. Itulah bahasa tingkat tinggi yang cuma bisa dimengerti oleh mereka yang dewasa. Itulah isyarat dari Allah : "Aku selalu di dekatmu, kemanapun engkau menjauh!". Simak dan pahamilah, Allah selalu didekat kita, agar sisi kehidupan kita tidak seperti anak kecil yang cuma bisa bingung dan gelisah dengan kentingan tukang bakso dan klakson pedagang sate ayam.

(diadop dari buletin Action)


Untukmu saudaraku, selamat menyimak dan memahami arti kehidupan ini yang sesungguhnya.

Semoga Allah senantiasa menambahkan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat untuk kita, ilmu yang menjadikan kita semakin mengenal Nya, ilmu dunia dan ilmu akhirat.



Semoga bermanfaat..